Make sure your package repositories and installed programs are up to date by
issuing the following commands:
apt-get update
apt-get upgrade --show-upgraded
Issue the following command in your terminal:
apt-get install arno-iptables-firewall
You will be led through a series of configuration dialogs. In the example
below, we're assuming your VPS has one public IP address on eth0 and one private IP address on the
alias eth0:0 (a private IP is
not required). Please be sure to refer to the "Remote Access" tab in
the Linode Manager for your specific settings.
As part of the installation process, you'll be presented with a debconf
dialog for configuration. Choose "Yes" to allow your configuration to
be interactively managed by debconf:
Enter the name of your external network interface. Linodes have eth0 by default.
Enter a list of TCP ports you'd like to be accessible through your Linode's
public IP address, separated by spaces. In this example we've specified SSH,
SMTP, HTTP, HTTPS, IMAPS and POP3S. You may wish to open additional ports if
you run other public services on your VPS.
Specify the UDP ports you'd like to be open to the public in the same
manner.
If you have a private IP address assigned to your Linode, you can specify
the interface alias for it next. In this example, we're allowing all traffic
from the private network range to the private interface alias eth0:0. You may fine-tune this later to
only allow access from specific hosts on the backend network. If you don't have
a private IP address configured, simply leave this field blank.
If required, specify the address range for the private network (expressed in
CIDR
notation).
You will be asked whether the firewall should be started now. Answer
"Yes" here and continue.
After the initial debconf dialog exits, a few packages that
arno-iptables-firewall depends upon will be configured. You will be prompted to
restart the firewall after the configuration is complete.
Your firewall should be functioning correctly at this point. You can
reference the file /etc/arno-iptables-firewall/firewall.conf for
additional configuration beyond the scope of the debconf dialogs. To
start/stop/restart the firewall from the shell, use the command /etc/init.d/arno-iptables-firewall [start|stop|restart].
Mail server pada Debian 5 ini merupakan paket bawaan dari
debian itu sendiri yang dapat digunakan untuk Mail server,saling kirim email
antar user.
Dibutuhkan ketelitian ekstra tinggi untuk mempelajari dan konfigurasinya
terutama bagi pemula,
Jadi kalau menemui kesulitan bisa comment aja pada form di bawah !
Untuk Konfigurasi dan
setting Mail Servernya Klik link berikut untuk download
filenya
LinkSys WRT54GL Broadband Router merupakan perangkat wirelles yang bisa digunakan sebagai Acces Point dan Router...
untuk
men setting wirelless broadband router ini bisa menggunakan Software
yang sudah tersedia dari sananya atau bisa menggunakan web Browser..
tapi saya sering men-setting nya menggunakan web browser karena lebih
praktis…
langkah pertama
kita reset dulu itu akses poin
dengan memencet tombol reset di bagian belakang akses poin selama 10
detik pake paper clip, biar kita yakin settingannya kembali ke default.
Langkah kedua Selanjutnya
setting IP laptop/PC anda dengan IP Default bawaan si LinkSys. untuk IP
Default Linksys WRT54GL yaitu 192.168.1.254 atau kalau ga bisa
192.168.1.1 ( soalnya ada 2 versi IP). Kalau sudah sambungkan kabel UTP
dari Laptop/PC ini ke akses poin secara langsung.
Langkah ketiga Kemudian kita browsing pakai Firefox,IE atau yang lainnya.. Trus Ping ke alamat IP defaulnya ex : 192.168.1.1 atau 192.168.1.245 Langkah keempat maka akan muncul login : kemudian isikan seperti di bawah ini username : (dikosongkan) password : admin Klik OK dan anda akan menemukan halaman setting berbasis web dari akses poin sub menu Linksys..
Langkah kelima Dalam Sub Menu adalah mensetting IP address Linksys dan teman-temannya, anda bisa lihat sendiri detailnya… Sebaiknya untuk mengganti IP Address dilakukan di akhir konfigurasi, untuk awal instalasi kita masuk ke Menu Wireless,
Dalam
Menu Wireless kita hanya menentukan mode wireless dan SSID, dalam
Wireless biasa nya kita mengenal SSID dan Wireless Mode, SSID adalah
nama Wireless network yang biasa dikenal oleh orang awam Nama
Hostpotnya. Dan Wireless Mode adalah type gelombang yang digunakan..
bila sudah selesai klik Save Setting.
pada intinya bila kita
akan men-setting semua Access Point hal yang terpenting adalah
men-setting SSID, Cannel, Dan wireless mode, itu sudah bisa di bilang
Sebuah Access Point (Hostpot).
Note : Jika anda berencana
menghubungkan akses poin ini di jaringan anda yang mempunyai segmen yang
berbeda (misalnya selain 192.168.1.*) ubah IP statisnya ke segmen yang
sesuai, atau bisa juga pilih DHCP kalau anda tidak ingin memberikan IP
Statis. Cuman yang terakhir mungkin anda akan kesulitan untuk menemukan
IP akses poin ini nantinya. Pada web based control panel dari akses
poin ini anda bisa mengatur berbagai settingan yang disediakan oleh
WAP54G, misalnya Mode, authentikasinya maupun mengganti password
default. Setalah selesai menentukan IP dari WAP54G ini cabut kabel UTP dari Laptop/PC, trus sambungan ke jaringan anda. Seharusnya anda sudah bisa untuk mengakses web-based control panel akses poin ini dari jaringan anda.
Yah
demikian penjelasan tentang men setting access point LinkSys WRT54GL
mudah-mudahan dapat memberikan informasi yang bermanfaat buat kalian
semua.
1.SHARING DATA
PADA SYSTEM LINUX
Program
yang digunakan adalah samba. Dengan samba
kita dapat mengakses /sharing dari dan ke windows.konfigurasi yang akan
dijelaskan
menggunakan linux mandrake 9.1. Langkah
penggunaan samba
1.
Jalankanservice samba
root~root#/sbin/service samba start
atau
root~root#/etc/rc.d/init.d/smb start
2.
Membuat user
folder
yang ingin kita sharink pada server samba
nantinya membutuhkan user dan password untuk dapat diakses.esr samba
mimiliki hubungan
secara langsung dengan user system linux
tetapi tidak ada hubungan untuk password.sehingga kita bias membuat
password user
system linux yang berbedadengan password user
samba ,walaupun keduanya memiliki nama user yang sama.
3.
Konfigurasi samba
Sebenarnya
untuk samba kita harus mengkonfigurasi file yakni /etc/samba/smb.conf ,tetapi
dikarenakan file tersebut telahada saat instalasi paket dilakukan,maka penggunaan
yang standart (seperti:pengaksesan folder user) kita tidak perlu mengkonfigurasi file tersebut.
Berikut
contoh konfigurasi paling seerhana yang ditulis pada /etc/samba/smb.conf:
[tmp]
path=/tmp
guest
ok=yes
writable
=yes
browseale
yes
keterangan:
tmp:
menjadi nama folder yang dilihat pengakses
path:
folder yang diberi akses
guest
ok: jika bernilai yes maka untuk mengakses path tidak ada verifikasi user
writable:
jika bernilai yes pengakses dapat menuliskan pada folder yang dipath-kan.
Browseable:
jika bernilai yes pengakses melihat tmp pada list folder yang di sharing.
2. Sharing Data Pada WINDOWS XP
Cara sharing data pada windows XPcukup mudah,berikut cara sharing data padawindows XP:
1.Klik kanan pada folder yang
inging di sharing
2.Pilih sharing and security
3.Pilih tab sharing
4.Centang checkbox sharing this
folder
5.Ubah share name jika anda inginkan
6.Jika kita ingin mengizinkan pengakses
dapat mengubah file pada folder yang di sharing-kan,pilih check box allow etwork users…….
Konfigurasi ini sangat penting bagi server dalam penyediaan suatu akses
internet kepada client dikarenakan menghindari proses crash ataupun
tambrakan antar dua 2 lan card. 2 lan card tersebut dapat digunakan
untuk akses IP Publik dan untuk akses jaringan lokal.
langkah-langkah konfigurasinya sebagai berikut :
1. Langkah pertama kita set IP Address setiap LAN Card pada computer tersebut dengan perintah di terminal gedit /etc/network/interface dengan contoh gambar dibawah ini
Keterangan : - Eth0 : untuk IP Address jaringan local - ETH1 : untuk IP Publik digunakan pengaksesan internet untuk client - Iface eth0 inet static : maksud dari tulisan ini menunjukkan bahwa ip eth0 adalah static dan bukan DHCP - Address : IP Address yang dipakai computer tersebut - Netmask : pembagi jumlah ip address - Network : sebuah alamat (network prefix) yang dijadikan sebagai identitas dari suatu jaringan - Gateway : jalur ip address yang digunakan sebagai jembatan - Broadcast : ip address terakhir untuk membroadcast ip address
2. Ketik pada terminal gedit /etc/resolv.conf
3. Setelah itu ketik pada terminal gedit /etc/rc.local
Copykan
perintah IP table tersebut kedalam rc.local,perintah diatas berguna
untuk mendirect dual lan card agar tidak crash dan dapat di pakai
koneksi internet pada client Dengan catatan apabila ip jaringan local
pada eth0 dan apabila ip jaringan local pada eth1 maka kita ubah
konfigurasi diatas menjadi eth1 Dan perintah tersebut dapat otomatis berjalan pada starting up computer tanpa mengkonfigurasi ulang. Simpan kemudian keluar
4. Langkah terakhir restart konfigurasi tersebut dengan perintah /etc/init.d/networking restart
5.
Jika proses diatas tidak ada error maka akan bertuliskan done tetapi
jika ada error kita bisa mengecek error tersebut dengan perintah tail –f /var/log/syslog
Senin, 17 Oktober 2011
menggunakan flash Cara membuat animasi dengan motion tweening
Sebenernya aku nggak terlalu ngerti tentang flash. tapi, aku cuma ngerti dikit aja. kalo gitu langsung aja ya. Cara membuat animasi flash dengan motion tweening
1. Kamu harus buat gambar. Contoh yang paling mudah adalah buat gambar lingkaran dengan menggunakan oval tool
2. Jaring gambar itu dengan menggunakan selection tool (panah hitam pojok kiri)
3. Tekan F8 sehingga muncul kotak yang bertuliskan Convert To Symbol
4. Klik pada bulatan movie clip. Registration digunakan untuk memindahkan poros atau pusat gambar. Setelah selesai klik OK
5. Klik pada frame yang diinginkan.Misal pada frame ke 20
6. Klik kanan pada frame 20 tersebut, kemudian klik insert key frame atau tekan F6
7. Pindahkan gambar sesuai keinginan, misal ke kanan, kiri atau bawah.
Jika ingin gambar berpindah lurus maka, tekan shift saat memindahkan gambar.
8. Klik frame yang ada di tengah-tengah antara frame 1 dan frame 20
9. Klik kanan pada frame tersebut dan klik create motion tweening.
Sehingga muncul tanda panah antara frame 1 dan frame 20. Atau pada Properties di bawah stage pilih Tween Motion.
10. Tekan enter atau ctrl+ enter untuk menjalankan animasi tersebut. Selamat mencoba!!!!!!
Artikel ini adalah tutorial singkat mengenai instalasi Windows Server 2003 ke komputer PC untuk digunakan dalam sistem Voucha II. Jika Anda menggunakan server built-up seperti IBM xSeries atau Dell PowerEdge, anda harus baca manual instalasi yang disertakan bersama server tersebut. Instalasi ini dapat diterapkan pada :
Windows Server 2003 x86
Windows Server 2003 x86 Service Pack 1
Windows Server 2003 x86 R2
Windows Server 2003 x86 Service Pack 2
Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:
CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll.
PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.
Baiklah mari kita mulai:
Boot komputer dengan CD Windows Server 2003
Atur konfigurasi BIOS agar melakukan boot ke CD/DVD ROM. Masukkan CD/DVD Windows Server 2003. Anda akan mendapatkan layar selamat datang di setup Windows Server 2003.
Tekan tombol ‘ENTER’ di keyboard. Anda akan menuju ke layar EULA
Tekan ‘F8′ di keyboard untuk persetujuan lisensi Windows Server 2003.
Membuat Partisi
Jika hardisk Anda masih kosong, anda harus membuat partisi untuk sistem Windows Server 2003. Tekan ‘C’ untuk membuat partisi dan masukkan ukuran partisi yang dibutuhkan, misal 10000MB (1GB).
Jika sudah selesai, tekan ‘ENTER’.
Format partisi tersebut dengan filesystem NTFS dengan metode quickformat.
Tekan ‘ENTER’. Windows Server 2003 Setup memformat partisi hardisk Anda.
Setelah format selesai, Windows Server 2003 Setup meng-copy file-file ke partisi Windows.
Setelah selesai, Windows Server 2003 Setup akan me-restart komputer dan boot ulang.
Windows Server Setup GUI
Tunggu beberapa saat sampai muncul Wizard berikut:
Pilih ‘Customize’, dan lakukan setting seperti screen di bawah ini.
Klik ‘OK’, kembali ke layar sebelumnya dan klik ‘Next’.
Isi dengan Nama Anda dan Nama Perusahaan Anda. Kemudian klik ‘Next’.
Isi dengan CD key Windows Server 2003 yang disertakan bersama CD Windows Server 2003. Klik ‘Next’
Pilih Licensing Mode ‘Per Server’ dan isi dengan jumlah koneksi yang dibutuhkan. Klik ‘Next’.
Isi ‘Computer Name’ dan password untuk Administrator. Klik ‘Next’.
Pilih ‘Time Zone’ dengan (GMT +07:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Klik ‘Next’. Setup akan melakukan instalasi Network.
PIlih ‘Custom settings’ dan klik ‘Next’.
Pilih komponen ‘Internet Protocol (TCP/IP)’ dan klik ‘Properties’.
Isi ‘IP address’, ‘Subnet mask:’, ‘Default gateway:’ sesuai konfigurasi network Anda. Klik ‘OK’. Kemudian klik ‘Next’.
Isi nama Workgroup yang diinginkan, misalnya : ‘VOUCHA’. dan klik ‘Next’.
Setup mencopy file-file komponen ke partisi Windows. Setelah itu Setup akan melakukan restart dan boot ulang komputer Anda.
Selamat, Anda berhasil melakukan instalasi Windows Server 2003
Pada Setup Windows Server 2003 – Bagian 1, kita telah melakukan instalasi Windows Server 2003 dengan konfigurasi standar. Beberapa konfigurasi lainnya masih harus dicustomize agar sesuai dengan kebutuhan sistem yang diharapkan.
Pada bagian ke-2 ini, kita akan melakukan instalasi beberapa komponen tambahan yang diperlukan dan melakukan beberapa konfigurasi minimum untuk Windows Server 2003.
Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2
Masukkan CD Windows Server 2003 Service Pack 2
Jika Autorun tidak aktif, jalankan melalui menu Start.
Caranya:
Klik ‘Start’->’Run
Klik ‘Browse’. Pilih lokasi CD-ROM, dan pilih file ‘SRSP2.CMD’
Setup akan mengekstrak file-file instalasi dan menampilkan kotak dialog seperti berikut.
Klik ‘Next’ dan lanjutkan sampai selesai.
Restart
Instalasi Driver
Anda harus melakukan instalasi driver-driver hardware di komputer dengan CD/DVD instalasi hardware bersangkutan. Jika driver untuk Windows Server 2003 tidak ditemukan, coba dengan driver untuk Windows XP atau download dari website vendor bersangkutan.
Instalasi Internet Information Service (IIS)
Jalankan ‘Add or Remove Programs’ dari Control Panel
Klik button ‘Add/Remove Windows Components’
Double click ‘Application Server’
Double click ‘Internet Information Service (IIS)’
Pilih ‘File Transfer Protocol (FTP) Service’
Klik OK.
Membuat Partisi
Partisi untuk dokumen, database, dan file-file temporer sebaiknya dipisah. Untuk membuat partisi di Windows Server 2003, ikuti langkah berikut:
Pilih ‘Extended Partition’, isi ukuran partisi yang dibutuhkan dan klik ‘Next’
Pilih filesystem ‘NTFS’.
Ulangi langkah 1-6 untuk partisi yang lain.
Membuat User Account
Anda harus membuat user account khusus untuk pemakaian biasa dan jangan gunakan account Administrator. Gunakan account Administrator jika diperlukan, misalnya instalasi software atau hardware.
Selamat, Windows Server 2003 telah siap digunakan sebagai Server. Untuk menggunakan Voucha II, Anda perlu melakukan instalasi Microsoft SQL Server 2000 dan Microsoft SQL Server 2000 – Service Pack 4